What's Hot

Travel

Love

unyu

Health

Wednesday, December 31, 2014

Flightradar24, Layanan Berbasis Internet Pantau Penerbangan

Warna Unyu ~  Masyarakat Indonesia sekarang ini dikejutkan dengan jatuhnya pesawat komersial milik maskapai Air Asia. Sebenarnya, Flightradar24 layanan pemantauan aktivitas penerbangan merekam perjalanan terakhir AirAsia QZ8501, sebelumnya aplikasi ini juga mencatat riwayat Malaysia Airlanes MH370. Apa rahasia kecanggihannya?

Perjalan Udara atau penerbangan sebenarya bisa dipantau melaui jaringan internet. Websitr Flightradar24.com merupakan sebuah layanan berbasis internet yang dapat memperlihatkan informasi lengkap sebuah penerbangan pesawat. Layanan ini dapat memperlihatkan asal dan tujuan penerbangan, nomor penerbangan, jenis pesawat, posisi, ketinggian hingga kecepatan.

Dikutip dari halaman Flightradar24.com, untuk menampilkan data yang akurat layanan ini mengumpulkan informasi dari beberapa sumber.

Pertama, Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). ADS-B adalah teknologi yang dapat menentukan posisi pesawat serta navigasinya melalui gelombang radio dan sebuah satelit. Teknologi yang digunakan sebagai radar sekunder ini memungkinkan sebuah pesawat dapat dilacak keberadaannya oleh stasiun kontrol di darat serta pesawat lain untuk menghindari terjadinya tabrakan pada sebuah jalur.

Setiap pesawat seharusnya memiliki teknologi ini di dalamnya. Namun ada beberapa pesawat non komersial yang tidak menyematkan alat ini dengan alasan privasi.

ADS-B mengirimkan sinyal dengan frekuensi 1090 Mhz yang berisi data lengkap pesawat secara simultan. Gelombang sinyal radio ini ditangkap oleh perangkat penerima yang dimiliki Flightradar24 yang kemudian ditampilkan melalui sebuah gambar.

Flightradar24 memiliki lebih dari 4.000 perangkat penerima sinyal ADS-B di seluruh dunia. Karena frekuensi yang digunakan pada gelombang ini cukup tinggi (1090 Mhz), setiap perangkat penerima hanya dapat mendeteksi sinyal dengan radius 400 kilometer.

Untuk kawasan Eropa, hampir 99 persen wilayah telah tercakup jangkauan perangkat penerima gelombang ADS-B ini. Untuk kawasan Asia dan sekitarnya, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Australia memiliki jangkauan yang sangat baik.

Kedua, dengan menggunakan Multilateration Flightradar 24. Multilateration atau MLAT adalah sebuah teknik navigasi yang dilakukan berdasarkan pengukuran jarak ke dua bandara terdekat yang menjadi acuan. Teknik ini serupa dengan penentuan lokasi pengguna ponsel dengan memanfaatkan BTS yang ada di sekitarnya.

Metode ini tidak sama dengan perhitungan yang dilakukan menggunakan teknologi ADS-B. Hasil perhitungan jarak yang dihasilkan bukan berupa angka statistik dan koordinat, melainkan sebuah kurva yang memuat dua buah garis. Garis pertama adalah perkiraan jarak terhadap bandara pertama yang dijadikan acuan dan garis kedua adalah perkiraan jarak dengan bandara ke dua.

Kedua garis ini membuat sebuah grafik menyilang dan menghasilkan sebuah titik temu. Titik inilah yang menjadi prediksi mengenai posisi pesawat yang terdeteksi.

Metode pelacakan dengan teknik MLAT ini telah banyak digunakan sejak Perang Dunia II. Sistem ini terus digunakan dan semakin luas penerapannya. Salah satunya adalah teknologi Global Positioning System (GPS) yang mengadopsi dasar dasar metode ini.

Selain menggunakan peralatan canggih seperti ADS-B dan MLAT, Flightradar24 juga mendapatkan data lengkap dari Federal Aviation Administration (FAA). FAA adalah otoritas penerbangan nasional Amerika Serikat. Lembaga ini berada di bawah Departemen Perhubungan AS dan dibuat untuk mengatur dan mengawasi semua aspek penerbangan sipil di AS.

Dari lembaga ini Flightradar24 mendapatkan informasi akurat mengenai detail penerbangan seperti nomor pesawat, jadwal penerbangan, hingga estimasi waktu.
Lihat juga:Netizen Bantu Pencarian Pesawat AirAsia yang Hilang
Data yang dihasilkan FAA sendiri berasal dari data radar pesawat yang mencakup sebagian besar lalu lintas udara kawasan Amerika Serikat, Kanada, Atlantik dan Samudera Pasifik.

FLARM adalah sebuah perangkat elektronik yang memiliki cara kerja yang sama dengan ADS-B. Perbedaannya, alat ini memiliki jangkauan yang lebih rendah.

Alat ini dapat memberikan keterangan berdasarkan GPS internal yang terdapat pada pesawat. FLARM juga mengeluarkan sebuah gelombang radio yang dapat menjangkau radius 3 hingga 5 kilometer. Alat ini banyak digunakan pada pesawat militer seperti Sukhoi, Fokker dan Bomber.

Tidak seperti ADS-B, konsumsi daya yang digunakan pada FLARM sangat minim sehingga banyak digunakan pada pesawat dengan ukuran yang kecil. Flightradar24 menggunakan teknologi ini untuk melacak beberapa pesawat komersial maupun non komersial berukuran kecil serta pesawat militer.

informasi ini dikutip dari laman CNNindonesia.com pada Rabu (31/12/2014)
Comments
0 Comments

Post a Comment

Kuy, Komentar dengan Bijak!

 
Copyright © 2014-2016 Warnaunyu.com - Tempat Baca Anak Muda / Sitemap / Disclimer / Kebijakan Privasi / Kirim Artikel / Kontributor / Pasang Iklan
Powered by Blogger