What's Hot

Travel

Love

unyu

Health

Sunday, December 7, 2014

Tips Menghadapi Cowok Anak Mami

Warna Unyu ~ Didunia ini memang sangat banyak kepribadian yang dimiliki oleh seseorang. Cowok dengan kepribadian "manja" atau sering disebut anak mami sekarang ini memang sudah tersebar banyak.

Kepribadian yang biasanya digambarkan untuk cewek ini sekarang banyak dimiliki oleh seorang pria. Hal ini dapat disebabkan perlakuan keluarga yang sangat memanjakan anaknya meskipun dia laki-laki. Namun jika kamu menjadi pacar seorang cowok "anak mami", kamu harus tahu tips- tips ini

Bersabar

Bersabar, kadang susah buat dilakukan ya, Girls. Tapi kalau kamu memang mau mempertahankan hubungan kamu dengan Si Dia, kayaknya tahap yang paling standar ini harus bisa kamu lakukan, deh.

“Waktu pertama-tama pacaran sama dia, aku nggak tahu kalau dia itu anak yang deket banget sama mamanya. Awal-awal aku berpikir kalau cowok yang dekat dengan mamanya itu sweet, ya. Tapi kalau pacarku ini, aku merasa dia selalu apa-apa mendahulukan mamanya. Ya sebenernya sih nggak apa-apa kalau masih dalam batas yang wajar. Cuma kadang-kadang aku merasa kesal, kalau dia udah janji denganku duluan, tapi sering ngebatalin karena tiba-tiba mamanya minta anterin ke mana gitu sama dia. Dan dia jadi men-cancel acara kita,” cerita Gita (22) yang baru jadian dengan cowoknya selama 5 bulan ini.

Anna Surti bilang, kalau sudah begitu, kamu harus bersabar. “Kalau mamanya muncul dan muncul lagi, kamu harus sabar. Kalau kamu asal marah, tentunya dia akan lebih memilih mamanya daripada kamu.”

Tanya Pendapat Pribadinya

Biasanya, anak mami itu cenderung nggak punya pendapat dan apa-apa harus tanya ke mama dulu. Jadi sebal ya kalau kamu nanya tentang rencana kalian berdua, tapi dia selalu bertanya ke mamanya.

“Sering-sering tanya pendapat pribadinya, terutama kalau dia udah mulai gelisah karena ingin bertanya kepada maminya. Dengan bertanya kepadanya, kamu sudah membantunya buat berpikir mandiri. Bukan cuma bikin Si Pacar jadi semakin mandiri dan cerdas, tapi kamu juga membuat dia lebih percaya diri untuk terlepas dari bayang-bayang maminya,” ujar psikolog yang akrab dipanggil Mbak Nina ini.

Akrab dengan Sang Mama

Honestly, terlepas dari masalah cowokmu itu anak mami atau bukan, dekat dengan mama Si Pacar emang jadi faktor penting. Banyak keuntungan yang bisa kamu dapat kalau kamu juga dekat dengan mamanya lho, Girls!

“Usahakan akrab dengan mamanya. Bagaimanapun, mamanya adalah orang yang sangat penting buat dia, kan? Daripada bermusuhan, lebih baik kamu akrab dengan mamanya. Keakraban kamu dengan mamanya bahkan bisa jadi nilai tambah, lho, buat kamu,” jelas Anna Surti.

Kejadian ini juga pernah dialami oleh Kiki (18) saat ia pacaran dengan cowoknya. “Nggak cuma dengan cowokku aja, sih. Sama mama dari temenku pun aku juga kenal baik. Lagipula, aku memang kalo pacaran itu harus kenal juga sama orangtua cowokku. Kalo nggak kenal, kesannya aku pacarannya backstreet, gitu,” ujar cewek yang emang dekat dengan mama pacarnya ini.

Informasikan Batas Toleransimu

Menurut Anna Surti S.Psi., M.Si., Psi., kamu harus lho kasih tahu cowokmu kalau kamu juga punya batas toleransi dengan kebiasaan cowokmu yang selalu bergantung dengan sang mama. “Contohnya, kamu masih oke-oke saja kalau mamanya menelepon saat kalian lagi jalan-jalan ke mall. Tapi ungkapkan keberatanmu kalau kamu harus terus-menerus mengenakan barang-barang yang dipilihkan oleh maminya. Kalau pembicaraan batas toleransi pernah dilakukan, maka ketika kamu sampai harus meminta putus, dia sudah paham apa alasannya. Dia pun jadi bisa belajar mengendalikan dirinya,” jelas Anna Surti.

“Sekitar dua tahun lalu, aku pernah tuh pacaran dengan anak mami. Kesalnya, setiap kita lagi keluar di malam Minggu, dia pasti selalu diteleponin sama mamanya. Disuruh pulanglah, disuruh itulah. Pokoknya alasannya banyak, deh. Dan mantanku itu selalu menuruti kata-kata mamanya. Bahkan, waktu itu kita terpaksa harus keluar dari bioskop di tengah-tengah film supaya dia bisa nganterin aku pulang lebih cepet dan dia bisa pulang ke rumah. Padahal waktu itu baru sekitar jam setengah sembilan, kalau nggak salah,” cerita Hanum (20) ke Fimela Girl.


Gunakan Data Dan Fakta

Seandainya dia masih belum juga berubah, coba deh gunakan data dan fakta buat protes kepadanya. “Contohnya, sebutkan pada peristiwa apa aja dia berulangkali menelepon mamanya hanya buat hal sepele yang sebetulnya bisa dia lakukan sendiri. Kebanyakan laki-laki lebih menangkap pesan yang disampaikan dengan data dan fakta, dibandingkan sekadar perasaan aja,” jelas Anna Surti.
informasi ini diutipdari u.msn.com pada minggu (7/12/2014).
Comments
0 Comments

Post a Comment

Kuy, Komentar dengan Bijak!

 
Copyright © 2014-2016 Warnaunyu.com - Tempat Baca Anak Muda / Sitemap / Disclimer / Kebijakan Privasi / Kirim Artikel / Kontributor / Pasang Iklan
Powered by Blogger