What's Hot

Travel

Love

unyu

Health

Tuesday, January 6, 2015

10 Makanan Ekstrem Dari Seluruh Dunia

Warna Unyu ~ Beda tempat, beda pula makanannya. Ada kalanya kegemaran makan masyarakat di suatu tempat, menyesuaikan ketersediaan bahan pangannya, yang kemudian diolah sedemikian rupa.

Sebagian masyarakat di Jakarta tentu mengenal sop kambing yang tak hanya bertabur irisan daging, melainkan juga bagian wajah hingga zakar kambing. Sebagian masyarakat di Tabanan, Bali, mengasup protein bukan dari daging atau telur, melainkan ulat atau larva batang nira. Biasa disantap segar atau digoreng, bercita rasa gurih.

Sebagian masyarakat di Jawa Tengah biasa menyantap gorengan serangga, seperti laron dan belalang. Begitu pun masyarakat di Tomohon, Sulawesi Utara, yang biasa menyantap masakan kelelawar dan tikus.

Bagi Anda yang gemar bertualang rasa, agaknya wajib mencicipi cita rasa hidangan yang tak biasa, dari gorengan serangga sampai sop reptil. Dilansir dari laman Stuff Selandia Baru, berikut ini sepuluh makan ekstrem di sepuluh tempat di dunia yang patut dicoba oleh sang petualangan rasa.

1. "Seafood" di Montana
Menyantap hidangan laut di pegunungan? Hmm, tidak juga. Sebuah makanan di Montana, AS, memiliki banyak nama, dari prairie oysters, calf fries, cowboy caviar, sampai swinging beef.

Makanan yang lebih dikenal dengan nama mountain oysters ini sama sekali tak ada hubungannya dengan laut, karena tak lain adalah gorengan zakar banteng muda. Hidangan "vulgar" ini sudah menjadi tradisi kalangan peternak setempat pada musim tertentu.

Disukai karena teksturnya berlapis: renyah di bagian luar dan creamy di bagian dalam. Bila perut Anda masih menyisihkan banyak ruang, jangan lewatkan Testicle Festival di Clinton, Montana.

2. Chapulines di Mexico
Para ilmuwan pernah mengatakan, serangga adalah sumber protein murah meriah. Tak hanya di Jawa Tengah, masyarakat di Oaxaca, selatan Mexico pun gemar mengudap gorengan serangga chapulines.

Tradisi menyantap chapulines sebagai isian taco sudah turun temurun, terutama di Mercado Juarez di Oaxaca. Begitu melimpahnya, hingga tak jarang wisatawan asing mengira popcorn.

3. Balut, Filipina
Bagi yang pernah menyantap balut, tentu sepakat cita rasanya nan lezat. Bagi yang belum, tentu merasa geli (atau tak tega) melihat rebusan embrio bebek ini.

Banyak pedagang kaki lima yang menjajakannya. Biasa disajikan dengan bubuhan garam, sambal dan cuka. Pecahkan pucuk telor, sesap cairannya, lalu santap daging bayi bebeknya.

4. Sop Ular, Hong Kong
Sepintas sajian sop ini tak ubahnya sop lain dengan taburan irisan tofu, jamur dan sayuran. Namun dagingnya bukan ayam atau sapi, melainkan ular.

Sop ular, yang mampu menghangatkan tubuh penyantapnya, ini hanya dihidangkan saat musim dingin, Setelahnya, jika masih bernyali, Anda bisa menenggak minuman snake-infused.

5. Casu marzu, Sardinia
Keju dari susu kambing berisi serangga? Cuma ada di Sardinia, Italia! Pembuat keju ini memasukkan larva serangga (ya, belatung) demi memaksimalkan proses fermentasinya.

Konon cita rasa keju cheddar dan blue cheese tak mampu menandingi keju serangga ini. Warga Sardinia tetap membuat dan menyantap keju ini sekalipun legalitasnya dihadang regulasi kesehatan Uni Eropa.

6. Virgin boy eggs, Dongyang
Selain telur seribu tahun yang berwarna kehitaman, kuliner Dongyang di Tiongkok juga mengenal "telur bocah laki-laki." Terkenal karena cara perebusan telur ini yang sangat tak biasa.

Telur direndam dan direbus dalam urin bocah laki-laki, idealnya berusia 10 tahun. Bisa dibayangkan aroma amonia yang menguar. Telur ini dipercaya membuat sirkulasi darah lancar dan mencegah stroke.

7. Lutefisk, Minnesota
Lutefisk sangat terkenal di Norwegia. Imigran dari negeri Nordic ini membawa tradisi menyantap olahan kaldu ikan atau ikan asin (jenis whitefish dan lye) ke Amerika Serikat.

Masakan ikan "transparan" ini biasa disajikan saat musim dingin. Bagi yang penasaran atau ketagihan sajian ini, bisa cek restoran penyaji lutefisk via laman The Lutefisk Lover's Lifeline.

8. Witchetty grubs, Australia
Sejatinya, sajian sarat protein ini tak ubahnya larva di Tabanan, Bali. Tetapi melihat ukurannya yang "masif" tak urung membikin geli, bahkan ngeri.

Sejak lama, masyarakat Aborigin menyantap si ulat kuning ini mentah-mentah. Cita rasanya segurih telur goreng. Wisatawan yang mengunjungi Boshack Outback, Perth, disarankan untuk mencicipinya.

9. Guinea pig, Peru
Penyayang satwa pastinya tak tega menyantap makanan yang satu ini. Terlebih melihat wajah imut tikus belanda yang sekalipun bernama guinea pig tapi tak berwujud babi dan bukan berasal Guinea.

Tapi warga sekitar Pegunungan Andes, Amerika Selatan, gemar menyantap makanan yang disebut cuy ini, baik dipanggang, diguling atau digoreng.

10. Durian, Indonesia
"Seperti ber-french kiss dengan jenazah lansia." Begitu suatu kali pernah diucapkan pakar kuliner Anthony Bourdain tentang durian. Lezat, sekaligus mengerikan karena aromanya tajam dan khas.

Apa pun julukan atau komentar orang, penggemar durian sepakat inilah rajanya buah. Di balik kulit berduri, ada kelembutan daging durian berwarna kekuningan yang creamy dan nikmat!

Informasi 10 Makanan Ekstrem dari Seluruh dunia ini warna unyu kutip dari lama CNNIndonesia.com
Comments
0 Comments

Post a Comment

Kuy, Komentar dengan Bijak!

 
Copyright © 2014-2016 Warnaunyu.com - Tempat Baca Anak Muda / Sitemap / Disclimer / Kebijakan Privasi / Kirim Artikel / Kontributor / Pasang Iklan
Powered by Blogger